Untuk Kemajuan Masyarakat Sumsel
  Kamis, 09 09 2010   HOME | INDEKS | CARI BERITA

  :: UTAMA

  :: KOTA

  :: SPIRIT SUMSEL

  :: HUKUM

  :: NASIONAL

  :: EKONOMI

  :: SHOWBIZ

  :: OLAHRAGA

  :: PENDIDIKAN

  :: OPINI

  :: PEMILUKADA

  :: MINGGUAN

  :: GESIT

 
T A J U K - P A G I
 
Sistem Hukum
Konflik antara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Akan menjadi percuma jika konflik KPK dengan Polri selesai, namun mafia peradilan masih terus berkembang. Pasti supremasi hukum tidak akan terwujud. Dari pengalaman dan penglihatan kita
C E L O T E H
 
+ DPR minta nama-nama dalam rekaman diusut
- Buktike secara hukum bae!!!i>

+ Kalangan DPR tolak usul kenaikan gaji Menteri
- Kalo gaji DPR itu naik pulo, makmano!!!
 
 
 
 

Rabu, 11 November 2009
Perpusda Sumsel Miliki 4.000 Koleksi Buku Anak
Palembang, BP

Kabid Pelayanan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sumatera Selatan, Ishak Juarsah, saat kunjungan siswa Home Schooling (HS) Khoiru Ummah El Diina, Selasa (10/11), mengatakan, perpustakaan merupakan tempat yang tepat untuk memotivasi siswa agar memiliki budaya membaca.

“Biasanya usai berkunjung ke Perpusda Sumsel, ada saja satu dua siswa yang kembali mengunjungi perpustakaan. Meskipun presentasenya relatif kecil, cara tersebut mampu untuk memotivasi siswa agar memiliki budaya membaca,” ujarnya.

Menurutnya, pada setiap kunjungan siswa, pihaknya juga menjelaskan tentang fungsi serta fasilitas yang dimiliki perpustakaan. Menurutnya, Perpusda Sumsel memiliki koleksi buku cerita, buku bergambar yang sesuai dengan siswa usia pra sekolah hingga SD.

Seluruh koleksi buku anak berjumlah sekitar 4.000 eksemplar. Perpusda juga memiliki perangkat multimedia untuk pembelajaran bagi anak. Dia mengatakan, Perpusda Sumsel pernah memiliki program untuk memperkenalkan Perpusda bagi kalangan siswa. Secara berkala, Perpusda mengundang pihak sekolah, untuk berkunjung ke Perpusda.

“Program tersebut sudah sulit dilaksanakan, karena pihak Perpusda juga harus menyiapkan kendaraan antar jemput siswa. Saat ini, kunjungan siswa ke Perpusda cenderung pada inisiatif masing-masing sekolah,” ujarnya.

Nurlela, Kepala HS Khoiru Ummah el Diina, mengatakan, kunjunga ke Perpusda Sumsel merupakan rangkaian kegiatan kunjungan edukasi bagi siswa. Tujuannya untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

“Buku adalah gudang ilmu. Kunjungan ini dimaksudkan agar siswa dapat dekat dengan buku, dan memiliki budaya membaca. Dengan membaca, siswa dapat menggali ilmu pengetahuan yang terdapat di buku,” ujarnya.

Menurutnya, budaya membaca dapat dilakukan di banyak tempat, tidak hanya di perpustakaan. Dia menambahkan, kunjungan ke Perpusda Sumsel tersebut, juga merupakan media penyegaran bagi siswa. /mir

BACK | HOME