|
|
| |
| Rabu, 11 November 2009 | | Donor Darah & Demo Warnai Hari Pahlawan | Palembang, BP
Hari Pahlawan ke-64 diwarnai aksi donor darah oleh Radio Trijaya. Terpisah, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumsel melakukan longmarch menuju Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang.
Aksi donor darah di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (10/11), dilakukan hingga pukul 12.00. Target 50 kantung darah yang mayoritas dari pendonor luar PNS Pemprov Sumsel, didapatkan panitia.
Operator Manager Radio Trijaya Palembang Eko Adji Soebijantoro menjelaskan, kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dilakukan serentak di tujuh kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Palembang, Medan, Semarang, dan Yogyakarta. “Ini kegiatan tahunan, hanya saja pada tahun ini pertama kali dilakukan serentak di tujuh kota,” kata dia.
Donor darah terlaksana atas kerja sama Radio Trijaya, Radio TPI, PMI beserta sponsor tambahan, dalam hal publikasi dan memberikan makan siang. Staf Bagian Pengambilan Darah AFTAF PMI Sumsel H Ningmas menjelaskan, PMI menurunkan tujuh petugas PMI dan menyediakan 10 unit tempat tidur beserta kelengkapan medis donor darah. “PMI hanya memfasilitasi, dan tidak menargetkan berapa kantung yang akan didapat,” ujar dia.
Hanya saja diakui, PMI masih kekurangan stok darah. Persediaan darah masih tidak sebanding dengan kebutuhan. “Kalau sekarang saja hampir kosong, kalau pasien butuh empat kantung, paling kita hanya berikan dua kantung, sisanya darah dari keluarga pasien. Karena dalam sehari kita membutuhkan setidaknya 50 kantung darah,” ungkap dia.
Kekurangan darah dibenarkan Kepala Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Palembang dr Anton Suwindro. Dia mengatakan, setiap bulan Palembang membutuhkan stok darah sekitar 3.000 – 3.500 liter, kebutuhan ini dapat tertutupi dari kegiatan donor darah.
Dijelaskan, idealnya 80 persen darah datang dari pendonor sukarela, 20 persen lagi dari donor pengganti/keluarga pasien. Kenyataan di lapangan 60 persen darah dari pendonor sukarela, sementara 40 persennya dari donor pengganti/ keluarga pasien. “Pendonor darah di Palembang terdata sekitar 12 ribu orang, sebagiannya pendonor aktif setiap tiga bulan sekali,” kata Anton.
Joni, salah seorang pendonor, mengatakan, ia merasa wajib membantu para pasien yang membutuhkan darah, sehingga ia turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan Radio Trijaya. “Semoga darah yang saya sumbangkan dapat bermanfaat dan menolong pasien yang membutuhkannya,” kata dia.
Di tempat lain, aksi demo dilakukan puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya BEM se-Sumsel. Mereka melakukan aksi longmarch dari Kampus IAIN Raden Fatah Palembang menyusuri Jalan Jenderal Sudirman menuju makam pahlawan.
Koordinator lapangan Ifikri mengatakan, aksi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari BEM IAIN Raden Fatah, BEM Unsri, dan BEM Universitas PGRI Palembang itu, dalam rangka berkabung di Hari Pahlawan.
“Aksi kali ini kita akan meletakkan keranda jenazah di depan tugu makam pahlawan sebagai simbol matinya penegak hukum di Indonesia, dan menuntut kisruh panjang KPK dengan Polri seolah tak mengerucut kepada penyelesaian, kasus Century yang berkutat kepada pemenangan wacana apakah Polri ataukah KPK, cepat terselesaikan,” kata dia.
Presiden Mahasiswa Unsri Febri mengatakan, aksi dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan, serta tetap optimis meski sekarang pahlawan hukum telah mati. “Namun masyarakat harus ingat dengan pesan Bung Tomo yang mengatakan harus lahir pahlawan baru,” ujar dia. /ian/Cr1 |
BACK | HOME |
|
| |
|