Untuk Kemajuan Masyarakat Sumsel
  Kamis, 09 09 2010   HOME | INDEKS | CARI BERITA

  :: UTAMA

  :: KOTA

  :: SPIRIT SUMSEL

  :: HUKUM

  :: NASIONAL

  :: EKONOMI

  :: SHOWBIZ

  :: OLAHRAGA

  :: PENDIDIKAN

  :: OPINI

  :: PEMILUKADA

  :: MINGGUAN

  :: GESIT

 
T A J U K - P A G I
 
Sistem Hukum
Konflik antara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Akan menjadi percuma jika konflik KPK dengan Polri selesai, namun mafia peradilan masih terus berkembang. Pasti supremasi hukum tidak akan terwujud. Dari pengalaman dan penglihatan kita
C E L O T E H
 
+ DPR minta nama-nama dalam rekaman diusut
- Buktike secara hukum bae!!!i>

+ Kalangan DPR tolak usul kenaikan gaji Menteri
- Kalo gaji DPR itu naik pulo, makmano!!!
 
 
 
 

Rabu, 11 November 2009
Jelang Idul Adha Sembako Aman
Palembang, BP

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Ir Eppy Mirza menjamin stok sembilan bahan pokok (sembako) aman sampai awal tahun 2010. Artinya, seluruh kebutuhan sembako masyarakat untuk menghadapi Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru akan terpenuhi.

Eppy Mirza, saat ditemui di Kantor Pemprov Sumsel, Senin (9/11), mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada seluruh distributor sembako agar menyiapkan stok 5 persen lebih banyak dibanding kondisi normal, karena akan menghadapi perayaan tiga hari besar yakni, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru.

“Seluruh distributor telah menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan sampai awal tahun 2010. Karena sifatnya bisnis, maka seluruh distributor telah menyetor dana ke bank untuk menyiapkan komoditi yang dibutuhkan masyarakat,” kata dia.

Eppy mengatakan, meski ada perayaan tiga hari besar sekaligus, kondisi itu tidak akan berpengaruh besar terhadap peningkatan kebutuhan konsumen. “Paling besar hanya terjadi peningkatan kebutuhan sampai 5 persen. Lain halnya kalau menjelang Idul Fitri bisa meningkat sampai 30 persen,” ujar dia.

Stok sembako tersebut di antaranya gula putih ada 60 ribu ton yang berada di distributor di Sumsel. Jumlah tersebut sudah dinaikkan 5 persen dari kebutuhan normal. Sedangkan kebutuhan beras telah terpenuhi, dengan asumsi kebutuhan beras di Sumsel 11kg per orang untuk setiap bulannya. Begitu juga minyak goreng telah terpenuhi, dengan asumsi 0,9 liter per orang untuk setiap bulan.

Setelah mendapat kepastian stok aman dari distributor, Disperindag Sumsel akan terus melakukan pengawasan di lapangan agar jangan sampai terjadi spekulasi harga. “Karena sudah menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami, maka tidak perlu lagi dibentuk tim untuk mengawasi stok menjelang Idul Adha. Hanya saja, petugas yang sudah ada terus proaktif untuk mengawasi stok di pasaran,” kata Eppy. /nor

BACK | HOME