Untuk Kemajuan Masyarakat Sumsel
  Kamis, 09 09 2010   HOME | INDEKS | CARI BERITA

  :: UTAMA

  :: KOTA

  :: SPIRIT SUMSEL

  :: HUKUM

  :: NASIONAL

  :: EKONOMI

  :: SHOWBIZ

  :: OLAHRAGA

  :: PENDIDIKAN

  :: OPINI

  :: PEMILUKADA

  :: MINGGUAN

  :: GESIT

 
T A J U K - P A G I
 
Sistem Hukum
Konflik antara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Akan menjadi percuma jika konflik KPK dengan Polri selesai, namun mafia peradilan masih terus berkembang. Pasti supremasi hukum tidak akan terwujud. Dari pengalaman dan penglihatan kita
C E L O T E H
 
+ DPR minta nama-nama dalam rekaman diusut
- Buktike secara hukum bae!!!i>

+ Kalangan DPR tolak usul kenaikan gaji Menteri
- Kalo gaji DPR itu naik pulo, makmano!!!
 
 
 
 

Minggu, 08 November 2009
Pemain SFC Keluhkan Jadwal
Para punggawa SFC mengeluhkan jadwal Liga Super karena dinilai merugikan. Di satu saat jarak satu laga dengan laga berikutnya terlalu jauh, sedangkan di waktu yang lain terlalu dekat alias mepet.

Setelah menjalani dua laga awal di bulan Oktober, Sriwijaya Football Club (SFC) baru kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL) pada 21 November dengan menjamu Persitara Jakarta Utara. Artinya, ada jeda waktu sebulan. Sebaliknya pada Desember 2009 dan Januari 2010, Charis Yulianto dkk harus merasakan padatnya jadwal laga. Setidaknya ada 12 pertandingan dalam kurun waktu itu.

Untuk Desember saja, ada enam laga berat yang harus dilalui SFC. Tepatnya menghadapi juara bertahan Persipura Jayapura pada 2 Desember. Dilanjutkan dengan tiga laga kandang kontra Persijap Jepara pada 6 Desember, Persela Lamongan (9/12), dan Persib Bandung (12/12). Dua laga sisa di bulan itu dilalui dengan melawat ke rumah Persema Malang pada 20 Desember dan Arema Malang tiga hari kemudian.

Kondisi serupa terjadi pada Januari 2010. SFC harus menghadapi PSPS Pekanbaru pada 9 Januari, lalu Persija Jakarta (12/1), Bontang FC (16/1), Persisam Samarinda (19/1), Persik Kediri (23/1), dan Persebaya Surabaya (26/1).

Konsentrasi pemain di bulan Januari dipastikan pecah karena pemain harus mengikuti ajang playoff Liga Champions Asia (LCA), di mana Laskar Wong Kito tergabung di Zona Timur bersama Singapore Armed Forces Football (SAFF) asal Singapura, Muang Thai United (Thailand), dan Da Nang (Vietnam). Kondisi inilah yang dikeluhkan pemain dan manajemen. Terakhir menajemen sempat mengusulkan laga kontra Persiwa Wamena dipercepat sehari dari jadwal semula 29 November, meski ditolak PT Liga Indonesia.

Bek muda SFC Bobby Satria menilai, jeda waktu sebulan sebelum menjamu Persitara tidak terlalu baik buat tim. Dari segi persiapan SFC diuntungkan lantaran punya banyak waktu untuk pemulihan fisik dan pengaturan strategi. Sisi buruknya, jika libur terlalu lama, jadwal berikutnya akan jauh lebih padat.

“Itu terbukti untuk Desember dan Januari di mana SFC hanya memiliki waktu tiga hari untuk istirahat. Kondisi ini akan membuat para pemain kelelahan sehingga berimbas pada penampilan di lapangan. Namun saya sudah punya kiat mengatasi masalah itu,” ujar mantan pemain Persebaya Surabaya itu, Jumat (6/11) lalu.

Pendapat senada diungkapan Isnan Ali. Menurut Isnan, kondisi ini sedikit banyak akan memengaruhi performa tim. Apalagi jadwal Isnan sendiri lebih padat karena harus membela timnas senior. “Kuncinya harus pintar-pintar menjaga kondisi tubuh dan mengatur ritme permainan. Kondisi ini sangat sulit, namun sebagai pemain profesional saya harus siap menghadapinya,” tegas spesialis kaki kiri ini.

Terpisah, Coach Rahmad Darmawan sependapat bila jadwal SFC untuk Desember dan Januari begitu padat, sehingga dikhawatirkan masa recovery pemain terbilang sebentar dan rentan menderita cedera.

“Ada enam pertandingan di setiap bulan dan ini jadwal yang sangat padat, padahal Oktober lalu kami hanya menjalani dua pertandingan saja. Kami khawatir kondisi ini berdampak buruk pada pemain, dan itu belum ditambah jadwal LCA,” tegas pelatih berpangkat Kapten Marinir itu. /fer

BACK | HOME