Untuk Kemajuan Masyarakat Sumsel
  Kamis, 09 09 2010   HOME | INDEKS | CARI BERITA

  :: UTAMA

  :: KOTA

  :: SPIRIT SUMSEL

  :: HUKUM

  :: NASIONAL

  :: EKONOMI

  :: SHOWBIZ

  :: OLAHRAGA

  :: PENDIDIKAN

  :: OPINI

  :: PEMILUKADA

  :: MINGGUAN

  :: GESIT

 
T A J U K - P A G I
 
Sistem Hukum
Konflik antara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Akan menjadi percuma jika konflik KPK dengan Polri selesai, namun mafia peradilan masih terus berkembang. Pasti supremasi hukum tidak akan terwujud. Dari pengalaman dan penglihatan kita
C E L O T E H
 
+ DPR minta nama-nama dalam rekaman diusut
- Buktike secara hukum bae!!!i>

+ Kalangan DPR tolak usul kenaikan gaji Menteri
- Kalo gaji DPR itu naik pulo, makmano!!!
 
 
 
 

Kamis, 05 November 2009
Istri Muda Tewas Dijerat Tali
Palembang, BP

Kasus perampokan disertai pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Kota Palembang. Seorang istri muda, Anista Aryani (21), warga Jalan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Gang Jaya No 53, RT 19/4, Kecamatan Alang-alang Lebar, Selasa (3/11), pukul 20.00, ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kontrakannya.

Saat ditemukan, pada tubuh istri muda Iswanto (33), warga Desa A3 Mekar Jaya, Dusun 4, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin ini, terdapat bekas penganiayaan, seperti luka jeratan tali di leher.

Di lokasi kejadian juga ditemukan bantal yang dipakai membekap korban terdapat bercak darah. Sedangkan barang berharga berupa handphone (HP) dan cincin emas milik korban raib.

Jasad ibu satu anak ini pertama kali ditemukan ibu kandungnya, Suparni (49), warga Jalan Talang Jering Sako Baru RT10/10 Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, yang hendak melihat Anista, di rumahnya.

Saat dipanggil, Anista tidak menyahut. Lantas Suparni membuka pintu depan menggunakan kunci cadangan. Saat ia ke kamar Anista, ia terkejut melihat anaknya sudah tewas tertutup bantal. Dari tubuh korban menebarkan bau tidak sedap.

Suparni pun berteriak minta tolong. Mendengar teriakan Suparni, sontak warga berdatangan ke rumah korban dan melapor ke polisi.

Anggota Polsekta Sukarami pimpinan Kanit Reskrim Iptu Agus Sulistianto, melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke kamar mayat Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin (RSMH).

Menurut Suparni, ia awalnya hendak datang ke rumah Anista bersama cucunya Cindy (4) yang juga anak korban. “Aku sudah lama tidak bertemu dia. Semalam aku rindu mau ketemu, anaknya juga ngajak aku ke rumah ibunya. Lalu kami langsung datang dan ternyata Anista sudah mati,” katanya saat ditemui di kamar jenazah RSMH Palembang.

Untung Wahyudi (26), kakak korban menceritakan, adiknya anak bungsu dari tiga bersaudara yang dikenal pendiam dan memiliki fisik lemah. “Senin pagi, aku nelepon dia, tahu-tahu malam Selasa sekitar pukul 22.30 dapat kabar sudah meninggal,” ujar Untung.

Sedangkan Iswanto, suami korban mendapat kabar istrinya meninggal dari tetangganya. “Terakhir bertemu 20 Oktober lalu. Kontak terakhir dengan istri saya, Sabtu (31/10) pagi, dia tanya kapan pulang ke Palembang,” kata Iswanto.

Kapoltabes Palembang Kombes Pol Luki Hermawan melalui Kapolsekta Sukarami AKP Sugeng Hariyadi SIk mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi ditemukan dua kaleng minuman soft drink dan bantal ternoda bercak darah. “Kemungkinan pelaku orang yang dikenal korban sebab saat kejadian pintu rumah terkunci dari luar,” katanya.

Mengenai kemungkinan motif pembunuhan itu karena cinta segitiga, Sugeng menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kita periksa semua saksi-saksi termasuk suami korban Iswanto yang saat kejadian berada di Sungai Lilin Kabupaten Muba,” kata Sugeng. /osk

BACK | HOME