Untuk Kemajuan Masyarakat Sumsel
  Kamis, 09 09 2010   HOME | INDEKS | CARI BERITA

  :: UTAMA

  :: KOTA

  :: SPIRIT SUMSEL

  :: HUKUM

  :: NASIONAL

  :: EKONOMI

  :: SHOWBIZ

  :: OLAHRAGA

  :: PENDIDIKAN

  :: OPINI

  :: PEMILUKADA

  :: MINGGUAN

  :: GESIT

 
T A J U K - P A G I
 
Sistem Hukum
Konflik antara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Akan menjadi percuma jika konflik KPK dengan Polri selesai, namun mafia peradilan masih terus berkembang. Pasti supremasi hukum tidak akan terwujud. Dari pengalaman dan penglihatan kita
C E L O T E H
 
+ DPR minta nama-nama dalam rekaman diusut
- Buktike secara hukum bae!!!i>

+ Kalangan DPR tolak usul kenaikan gaji Menteri
- Kalo gaji DPR itu naik pulo, makmano!!!
 
 
 
 

Kamis, 05 November 2009
Pengusaha Enggan Tutup Kandang
Inderalaya, BP

Pemilik ternak ayam di Kabupaten Ogan Ilir (OI), bersikukuh tidak akan menutup usaha kandang ayamnya, meski diprotes warga karena peternakan mereka mengundang lalat dan bau tidak sedap.

Romzi, pengelola kandang ayam, di Jalan Sarjana Kampung III RT 3, Pulau Pelawan, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Inderalaya Utara, OI, Rabu (4/11), meminta, Dinas Peternakan dan Perikanan mempertimbangkan rencana penutupan tersebut.

Ia beralasan usahanya yang beromset Rp148 juta per bulan dari satu kandang, dapat menampung 22 pekerja. Para pekerja juga selalu menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan setiap dua kali seminggu selalu membersihkan kandang dari kotoran ayam.

Selain itu, ia juga rajin membasmi lalat dengan obat Agita dan ayam peliharaanya selalu diberi vaksin agar tetap sehat.

“Kami kurang apalagi soal menjaga kesehatan, bahkan letak kandang dua kilometer dari pemukiman dan 200 meter dari SMPN 6 Inderalaya Utara,” katanya.

Sebenarnya, menurut dia, pihaknya sudah punya izin untuk beberapa kandang, tapi belum seluruh kandang.

“Kami ingin segera mengurus perizinannya agar kami tetap bisa berusaha dan hidup. Soalnya inilah mata pencaharian kami. Tolonglah dari Pemkab OI agar memahami hal ini,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pekerja Roni mengaku, bersyukur dengan adanya peternakan ayam tersebut.

“Kadang kalau kita ingin makan ayam, tinggal ambil saja. Selain itu kami juga terima gaji bersih Rp1juta/bulan, jadi usaha ini jangan sampai ditutup. Apalagi jumlah pasokan kita besar, selain di OI juga di ekspor ke Palembang, Muaraenim, Prabumulih. dan sebagainya,” paparnya.

Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan OI Yuftriansyah mengatakan, akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Kita akan cek, apakah kadang ayam tersebut layak dibuka kembali atau tidak. Yang jelas wajib menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan ayam,” katanya.

Persoalan ini mencuat setelah beberapa warga Inderalaya mengeluhkan keberadaan kandang ayam di Jalan Sarjana Kelurahan Timbangan Km 32 Indralaya.

Pasalnya, karena pemilik dan pengelola kurang menjaga kebersihan kandang ayam, kerumunan lalat berdatangan bahkan lalat memasuki rumah penduduk. /hen

BACK | HOME