Untuk Kemajuan Masyarakat Sumsel
  Kamis, 09 09 2010   HOME | INDEKS | CARI BERITA

  :: UTAMA

  :: KOTA

  :: SPIRIT SUMSEL

  :: HUKUM

  :: NASIONAL

  :: EKONOMI

  :: SHOWBIZ

  :: OLAHRAGA

  :: PENDIDIKAN

  :: OPINI

  :: PEMILUKADA

  :: MINGGUAN

  :: GESIT

 
T A J U K - P A G I
 
Sistem Hukum
Konflik antara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Akan menjadi percuma jika konflik KPK dengan Polri selesai, namun mafia peradilan masih terus berkembang. Pasti supremasi hukum tidak akan terwujud. Dari pengalaman dan penglihatan kita
C E L O T E H
 
+ DPR minta nama-nama dalam rekaman diusut
- Buktike secara hukum bae!!!i>

+ Kalangan DPR tolak usul kenaikan gaji Menteri
- Kalo gaji DPR itu naik pulo, makmano!!!
 
 
 
 

Kamis, 15 Oktober 2009
Awas Pelaku Hipnotis Berkeliaran !
Palembang, BP

Nasib malang menimpa Wiwik Agustina (25), warga Jalan Rasyid Siidk, Lorong Danau, Kelurahan 7 Ulu dan Nelly Indahdini (21), warga Dusun III, Tanjung Mayang Selatan, Inderalaya, OI. Mereka menjadi korban aksi hipnotis di tempat berbeda, Selasa (13/10).

Awalnya, aksi ilmu gendam itu menimpa Wiwik di Pertokoan Megahria Bandung Jalan TP Rustam Effendi, sekitar pukul 16.00. Wiwik menyerahkan perhiasan setelah pundak kirinya ditepuk pelaku.

Ketika itu Wiwik sedang melihat-lihat aksesoris di pertokoan itu. Tiba-tiba ia disapa dua orang pemuda yang langsung mengajaknya mengobrol. Seorang pelaku lantas menepuk pundak kiri Wiwik. Tak ayal, ia bak kerbau dicocok hidung.

Melihat korbannya telah terpengaruh hipnotis, pelaku langsung meminta semua perhiasan serta uang korban. Wiwik pun menyerahkan kalung dan cincin seberat satu suku serta uang tunai Rp18 ribu.

Sedangkan Nelly Indahdini kehilangan satu unit HP Nokia 7600 dan uang tunai Rp400 ribu. Sebelumnya, Nelly diberi teh botol oleh pelaku di sekitar RS Myria, KM 7.

Ketika itu korban tengah mengunjungi kerabatnya yang tengah dirawat. Tiba-tiba ia didatangi dua pria yang memberinya the botol. Setelah meminum teh botol, korban seperti orang linglung lalu memberikan HP serta uang yang dibawanya kepada pelaku.

Kasat Reskrim Kompol Andry Setiawan, membenarkan, pihaknya telah menerima laporan korban aksi hipnotis. “Kami kini sedang menyelidiki kasus ini,” ujarnya. /bud

BACK | HOME