|
|
| |
| Rabu, 01 Juli 2009 | | Pesawat Bawa 150 Orang Jatuh di Laut, 1 Korban WNI | Kairo, BP
Seorang balita berhasil diselamatkan dari sebuah pesawat Airbus 310 maskapai penerbangan Yaman yang jatuh di Samudera Hindia. Balita ini merupakan orang pertama yang ditemukan selamat dari pesawat yang mengangkut lebih dari 150 orang dan hendak mendarat di ibukota Komoro, Moroni.
Pejabat Keimigrasian Komoro, Rachida Abdullah, menjelaskan, anak itu diselamatkan dari lokasi kecelakaan, Selasa (30/6). Menurut Abdullah kepada The Associated Press, tiga jenazah telah ditemukan bersama puing-puing pesawat dalam operasi pencarian yang dilakukan sejak pukul 4 pagi waktu setempat.
Pesawat itu mengangkut 142 penumpang dan 11 awak asal Yaman. Sebagian besar penumpang berasal dari Komoro yang baru kembali dari Paris. Terdapat juga 66 warga Prancis.
Kecelakaan berlangsung saat pesawat berupaya mendekati bandar udara Hahaya di Moroni. Pesawat mencoba mengadakan pendaratan di tengah terpaan angin kencang, tetapi gagal dan kemudian berupaya memutar balik. Belum diketahui penyebab pesawat tidak dapat melakukan pendaratan.
Pesawat dengan nomor penerbangan 626 itu bertolak dari Sanaa, Senin (29/7), pukul 21.30 waktu setempat atau Selasa pukul 01.30 WIB dan semula dijadwalkan menempuh perjalanan empat setengah jam. Kecelakaan terjadi pukul 01.30 waktu setempat atau pukul 05.30 WIB.
Yemenia Air melayani penerbangan reguler tiga kali seminggu ke Moroni di lepas pantai timur Afrika, sekitar 2.900 kilometer selatan Yaman. Kecelakaan ini terbilang sebagai kecelakaan kedua yang melibatkan pesawat Airbus dalam sebulan terakhir.
Pada 1 Juni, sebuah pesawat Airbus 330 Air France jatuh di lepas pantai Brasil saat menempuh perjalanan dari Rio de Janeiro menuju Paris. Sebanyak 228 orang di dalam pesawat Air France itu telah dianggap tewas. Sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Sejumlah saksi mata mengatakan, pesawat Yemenia Air itu sempat mencoba melakukan pendaratan di Bandara Moroni sebelum akhirnya jatuh ke laut pada Selasa dinihari waktu setempat.
Para saksi mata, termasuk mantan menteri pertahanan dan mantan direktur penerbangan sipil Komoro menyatakan keterkejutannya melihat pesawat A310 mendekati bandara tetapi kemudian menghilang.
“Saya melihat pesawat mendekat dan kemudian menjauh lagi, saya tidak bisa memahaminya,” ungkap mantan Menteri Pertahanan Komoro Houmed Msaidie, yang kebetulan berada di Bandara Moroni-Hahaya untuk menjemput ibu mertuanya.
“Menurut saya, pesawat itu mengalami kesulitan untuk mendarat,” ungkap Mohamed Yahya, mantan Direktur Penerbangan Sipil Komoro.
Yahya menyatakan, mesin pesawat jet Airbus akan membuat kebisingan apabila tengah mengalami masalah.
“Saya melihat pesawat itu mencoba untuk mendarat. Saya pergi ke terminal untuk bertemu ibu saya, tetapi pesawat itu tidak ada,” ujar Moussa Boina, saksi mata lainnya seperti dikutip AFP.
Deplu RI mengatakan, ada seorang warga negara Indonesia menjadi korban dalam kecelakaan itu. "Sudah ada konfirmasi dari KBRI Sanaa dan keluarga sudah dihubungi," ujar Jurubicara Deplu Teuku Faizasyah. Sebelumnya dilaporkan ada seorang wanita warga negara Indonesia yang merupakan salah satu dari 11 orang awak pesawat tersebut.
Hal tersebut juga dibenarkan Teuku. Ia menyatakan dalam pesan pendek bahwa korban berinisial RDM dan berasal dari Magetan, Jawa Timur. Korban merupakan flight attendant Yemenia Air.
Teuku belum menjelaskan lebih lanjut langkah-langkah yang akan diambil Deplu terkait adanya korban WNI. Sejauh ini, pencarian korban dan upaya evakuasi korban pesawat yang jatuh di perairan Samudera Hindia itu masih terus dilakukan.
"Kita monitor terus perkembangannya melalui KBRI Sanaa," ujar Tauku Faizasyah. /ap/afp |
BACK | HOME |
|
| |
|