|
|
| |
| Senin, 06 April 2009 | | 9 April Sumsel Siap Contreng | Palembang, BP
Sebaran logistik pemilu tidak ada kendala. Besok seluruh KPPS di Sumsel mulai mendirikan tempat pemungutan suara.
Sumatera Selatan (Sumsel) siap melaksanakan pemilu legislatif 9 April 2009. Jumlah pemilih yang terdaftar dikunci pada angka 5.192.693.000 mata pilih dan tersebar di 15 kabupaten/kota.
Tiga hari jelang pelaksanaan pemilu, distribusi logistik juga tidak ada persoalan. Begitu juga dengan pengamanan pelaksanaan pemilu dan objek vital.
Polda Sumsel, TNI, dan Linmas siap memberikan rasa aman selama perhelatan pesta demokrasi digelar.
Demikian benang merah teleconference Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf bersama Mendagri Mardianto, Kapolri, Ketua KPU dan Ketua Banwaslu, di Mapolda Sumsel, Senin (6/4).
Kapolda Irjen Pol Sisno Adiwinoto, Ketua KPU Sumsel Anisatul Mardiah, bersama bupati/walikota, dan anggota KPU kabupaten/kota, ikut menghadiri pembicaraan jarak jauh yang membahas seputar persiapan pemilu. Mulai dari distribusi logistik sampai keamanan.
“Partai politik, KPU dan Panwaslu siap melaksanakan pemilu. Rakyat Sumsel siap melaksanakan pemilu dengan baik dan bertanggungjawab,” kata Eddy Yusuf kepada Mendagri Mardiyanto.
Menurut Eddy Yusuf, para bupati/walikota juga akan bergerak ke lapangan bersama KPU setempat untuk memastikan pasokan logistik pemilu sampai di tingkat PPK dan PPS.
“Kami juga telah menghimbau KPPS untuk menambah bilik suara sehingga bisa mempermudah calon pemilih menyalurkan aspirasi politiknya,” imbuh Eddy Yusuf.
Dari sisi pengamanan, menurut Kapolda Sumsel Irjen Pol Sisno Adiwinoto, Sumsel sangat kondusif dan sudah ada pergereran pasukan. Personel Linmas dan TNI juga akan membantu pengamanan. Polda Sumsel sendiri menerjunkan 2/3 dari 12 ribu personel yang disiapkan. Kekuatan pengamanan ini ditambah kekuatan Linmas sekitar 33 ribu personel dan TNI sekitar 300 personel.
Atas penjelasan Pemprov dan Kapolda Sumsel, Mendagri Mardiyanto optimis pelaksanaan pemilu 9 April di Sumsel berlangsung lancarb dan sukses.
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang ikut mendengar penjelasan soal pengamanan di Sumsel, meminta penyidik dan panwaslu jangan ragu menindak sekecil apapun pelanggaran pemilu. Karena penyidik dan Panwaslu hanya punya waktu lima hari untuk melengkapi berkas laporan dan meneruskan adanya dugaan pelanggaran pidana pemilu kepada Mabes Polri.
Kapolri juga memerintahkan seluruh jajaran kepolisian RI untuk tidak meninggalkan lokasi tugas mulai tanggal 8 hingga 11 April. “Polri harus siaga dan memastikan pemilu berjalan lancar,” perintah Kapolri Bambang Hendarso Danuri. /osk |
BACK | HOME |
|
| |
|